Stasiun dok terintegrasi dengan protokol OBD-II.
OBD-II*1
RS232*1
GPIO*4
ACC*1
USB Tipe-A*1
OBD-II*1
RS232*1
GPIO*4
ACC*1
USB Tipe-A*1
01
OBD-II
Antarmuka OBD-II (On-Board Diagnostics II) adalah antarmuka standar dari sistem diagnostik on-board generasi kedua, yang memungkinkan perangkat eksternal (seperti instrumen diagnostik) untuk berkomunikasi dengan sistem komputer kendaraan secara standar, sehingga dapat memantau dan memberikan umpan balik status pengoperasian dan informasi kesalahan kendaraan, serta memberikan informasi referensi penting bagi pemilik kendaraan dan personel perawatan. Selain itu, antarmuka OBD-II juga dapat diterapkan untuk mengevaluasi status kinerja kendaraan, termasuk efisiensi bahan bakar, emisi, dll., untuk membantu pemilik merawat kendaraan mereka.
Sebelum menggunakan alat pemindai OBD-II untuk mendiagnosis kondisi kendaraan, pastikan terlebih dahulu bahwa mesin kendaraan tidak dinyalakan. Kemudian, masukkan steker alat pemindai ke antarmuka OBD-II yang terletak di bagian bawah kabin kendaraan, dan nyalakan alat untuk operasi diagnostik.
RS232
Antarmuka RS232 adalah antarmuka standar untuk komunikasi serial antar perangkat, terutama digunakan untuk menghubungkan peralatan terminal data (DTE) dan peralatan komunikasi data (DCE) untuk mewujudkan komunikasi, dan dikenal karena kesederhanaan dan kompatibilitasnya yang luas. Namun, jarak transmisi maksimumnya sekitar 15 meter, dan kecepatan transmisinya relatif rendah. Kecepatan transmisi maksimum biasanya 20 Kbps.
Secara umum, RS485, RS422, dan RS232 adalah standar antarmuka komunikasi serial, tetapi karakteristik dan skenario aplikasinya berbeda. Singkatnya, antarmuka RS232 cocok untuk aplikasi yang tidak memerlukan transmisi data cepat jarak jauh, dan memiliki kompatibilitas yang baik dengan beberapa peralatan dan sistem lama. Jika diperlukan transmisi data dua arah secara bersamaan dan jumlah perangkat yang terhubung kurang dari 10, RS422 mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Jika lebih dari 10 perangkat perlu dihubungkan atau diperlukan kecepatan transmisi yang lebih cepat, RS485 mungkin lebih ideal.
· GPIO
GPIO adalah sekumpulan pin yang dapat dikonfigurasi dalam mode input atau mode output. Ketika pin GPIO berada dalam mode input, ia dapat menerima sinyal dari sensor (seperti suhu, kelembaban, pencahayaan, dll.), dan mengubah sinyal-sinyal ini menjadi sinyal digital untuk diproses oleh tablet. Ketika pin GPIO berada dalam mode output, ia dapat mengirimkan sinyal kontrol ke aktuator (seperti motor dan lampu LED) untuk mencapai kontrol yang presisi. Antarmuka GPIO juga dapat digunakan sebagai antarmuka lapisan fisik dari protokol komunikasi lain (seperti I2C, SPI, dll.), dan fungsi komunikasi yang kompleks dapat diwujudkan melalui sirkuit tambahan.
Antarmuka OBD-II (On-Board Diagnostics II) adalah antarmuka standar dari sistem diagnostik on-board generasi kedua, yang memungkinkan perangkat eksternal (seperti instrumen diagnostik) untuk berkomunikasi dengan sistem komputer kendaraan secara standar, sehingga dapat memantau dan memberikan umpan balik status pengoperasian dan informasi kesalahan kendaraan, serta memberikan informasi referensi penting bagi pemilik kendaraan dan personel perawatan. Selain itu, antarmuka OBD-II juga dapat diterapkan untuk mengevaluasi status kinerja kendaraan, termasuk efisiensi bahan bakar, emisi, dll., untuk membantu pemilik merawat kendaraan mereka.
Sebelum menggunakan alat pemindai OBD-II untuk mendiagnosis kondisi kendaraan, pastikan terlebih dahulu bahwa mesin kendaraan tidak dinyalakan. Kemudian, masukkan steker alat pemindai ke antarmuka OBD-II yang terletak di bagian bawah kabin kendaraan, dan nyalakan alat untuk operasi diagnostik.
RS232
Antarmuka RS232 adalah antarmuka standar untuk komunikasi serial antar perangkat, terutama digunakan untuk menghubungkan peralatan terminal data (DTE) dan peralatan komunikasi data (DCE) untuk mewujudkan komunikasi, dan dikenal karena kesederhanaan dan kompatibilitasnya yang luas. Namun, jarak transmisi maksimumnya sekitar 15 meter, dan kecepatan transmisinya relatif rendah. Kecepatan transmisi maksimum biasanya 20 Kbps.
Secara umum, RS485, RS422, dan RS232 adalah standar antarmuka komunikasi serial, tetapi karakteristik dan skenario aplikasinya berbeda. Singkatnya, antarmuka RS232 cocok untuk aplikasi yang tidak memerlukan transmisi data cepat jarak jauh, dan memiliki kompatibilitas yang baik dengan beberapa peralatan dan sistem lama. Jika diperlukan transmisi data dua arah secara bersamaan dan jumlah perangkat yang terhubung kurang dari 10, RS422 mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Jika lebih dari 10 perangkat perlu dihubungkan atau diperlukan kecepatan transmisi yang lebih cepat, RS485 mungkin lebih ideal.
· GPIO
GPIO adalah sekumpulan pin yang dapat dikonfigurasi dalam mode input atau mode output. Ketika pin GPIO berada dalam mode input, ia dapat menerima sinyal dari sensor (seperti suhu, kelembaban, pencahayaan, dll.), dan mengubah sinyal-sinyal ini menjadi sinyal digital untuk diproses oleh tablet. Ketika pin GPIO berada dalam mode output, ia dapat mengirimkan sinyal kontrol ke aktuator (seperti motor dan lampu LED) untuk mencapai kontrol yang presisi. Antarmuka GPIO juga dapat digunakan sebagai antarmuka lapisan fisik dari protokol komunikasi lain (seperti I2C, SPI, dll.), dan fungsi komunikasi yang kompleks dapat diwujudkan melalui sirkuit tambahan.

